Terlihat tahanan pertama dengan linangan air mata diwajah kusamnya, sang panglimapun segera menghampiri " Apa yang engkau perbuat sampai engkau harus terjerat kesini " ? Tanya panglima.
Dengan suara lirih ia menjawab "wahai tuan yang mulia, aku hanya menjadi korban fitnah kejahatan tak satupun dosa yang kulakukan, tolong keluarkan aku dari tahanan ini dan semoga tuhan membalasmu kebaikan hatimu".
Panglimapun pergi untuk menanyakan tahanan lainnya, namun tahanan kedua, ketiga dan selanjutnya, memiliki jawaban dan permintaan yang sama seperti jawaban tahanan yang pertama.
Terkejut melihat tahanan yang terlihat sepi dari kejauhan pandangan, sang panglimapun segera menghampiri dengan langkah cepatnya. namun ternyata seorang napi itu sedang memojokkan diri dibalik jeruji besi karena takut terlihat oleh sang panglima saat melintasinya. dengan suara lantang panglima memanggilnya "kemarilah".
"berikanlah aku alasan mengapa engkau sampai kesini" ? tanya panglima dengan suara menggelegar terdengar oleh seluruh tahanan yang ada disekitarnya. dengan suara tersendat-sendat ia pun menjawab pertanyaan sang panglima "aaa, aa,,, ampun tuan, hamba telah melakukan kesalahan yang sangat besar. hamba sempat tergoda untuk memiliki kekayaan yang bukan menjadi hak hamba, lalu hambapun terjerat kasus pencurian yang ahirnya hamba harus menanggungnya ditempat ini. sekali lagi ampun tuan".
Mendengar penjelasan itu, panglima membisikkan kepada para pengawalnya. "Wahai para pengawal, kita akan menjadi sangat keji jika membiarkan orang yang jujur itu berkumpul bersama para tawanan-tawanan pembohong lainnya, berikan hak untuknya dengan mlepaskannya".
Ia begitu tidak mengerti dengan perlakuan sang panglima yang telah memberinya kebebasan. melihat wajah penuh tanya, sang panglimapun menjelaskan "sesungguhnya pengakuan atas kesalahan yang besar adalah suatu bukti besar pertobatannya, begitu pula sebaliknya kesalahan yang dipungkiri adalah alasan untuk menutupi kesalahan lainnya".
- Hamim sta -
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar